Headline

Rieke Sebut Baiq Nuril Satukan Bangsa

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Rieke Sebut Baiq Nuril Satukan Bangsa - Headline

BANYAK DUKUNGAN- Rieke Diah Pitaloka (tengah) bersama Baiq Nuril Maknun dalam kunjungan ke Redaksi INDOPOS, Jakarta (12/7/2019). FOTO:CHARLIE/INDOPOS

indopos.co.id - Anggota Komisi VI DPR, Rieke Diah Pitaloka mengaku salut dengan kegigihan Baiq Nuril Maknun dalam memperjuangkan keadilan baginya. Bahkan Rieke mengaku belum tentu segigih matan guru honorer mantan guru honorarium SMA Negeri 7 Mataram,NTB, yang merekam cerita mesum kepala sekolahnya tersebut. 

”Siapapun bisa jadi korban. Saya pun pernah menjadi korban (pelecehan seksual). Justru saya berterima kasih kepada Ibu Nuril. Karena saya sendiri tidak bisa sejauh ini,” ungkap Rieke yang mendampingi Baiq Nuril dalam kunjungan ke Redaksi INDOPOS, Jumat (12/7/2019).

Menurut Rieke, perjuangan Nuril tersebut bisa menjadi pemicu sebuah gerakan bersama pembela keadilan. ”Kami perempuan Indonesia berterima kasih kepada Ibu Nuril karena tidak pernah menyerah. Perjuangannya bukan hanya buat dirinya, tetapi untuk kebagikan anak-anak dan keluarga agar bertahan dan berprestasi walau dalam kondisi terpuruk,” cetusnya.

Dikatakan, upaya mencari keadilan bagi Nuril tentu bukan hal yang mudah. Bagi politisi, perjuangan Nuril ini memiliki arti yang luar biasa. ”Baiq Nuril ini menyatukan semua politisi wakau berbeda fraksi, parpol, dan pandangan politik. Semuanya bersatu memberikan dukungan untuk penangguhan eksekusi hukuman untuk Nuril,” tegas Rieke yang sebelum berkunjung ke INDOPOS mendampingi Nuril ke Kejagsaan Agung.  

Dirinya menyebut, Baiq Nuril mendapatkan 132 surat dukungan dari berbagai kalangan. Surat tersebut diserahkan kepada Kejaksaan Agung. Dukungan itu antaralain berasal dari 3 surat dari lembaga DPRD provinsi, 3 surat dari DPRD Kota, 14 surat dari DPRD kabupaten, 36 surat dari lembaga swadaya masyarakat, dan surat dari perorangan. ”Ini suratnya masih masuk terus ke email saya,” pungkasnya.

Menurutnya, tanggapan Jaksa Agung luar biasa. Menurut Rieke, Jaksa Agung M. Prasetyo menilai perjuangan Nuril melepas sekat-sekat dan konflik-konflik politik selama ini karena beda pandangan. ”Tapi Bu Nuril ini menyatukan Indonesia. Ini dukungan berasal dari kalangan berbeda suku, agama, golongan, partai politik,” paparnya.

Begitu pula dukungan dari kalangan mahasiswa yang berbeda-beda latar belakang. ”Ada yang dari kelompok Katolik, ada yang kelompok mahasiswa yang berafiliasi dengan NU, tadi saja ada anak perempuan dari anggota KAMI lari tergopoh-gopoh namanya Nurul datang ke Kejaksaan Agung minta dikabulkan penundaan eksekusi,” cetus Rieke.

Baiq Nuril Maknun, perempuan mantan guru honorarium di SMA Negeri 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dihukum penjara selama enam bulan oleh majelis Mahkamah Agung (MA). Nuril dihukum justru karena merekam percakapan mesum eks kepala sekolah yang menggodanya di tempat bekerja, yakni Muslim.

Setelah kasus itu mencuat, Muslim dimutasi dan menjadi pejabat di Dinas Pendidikan Kota Mataram. Namun kemudian Baiq Nuril dilaporkan Muslim ke polisi atas tuduhan mentransmisikan rekaman elektronik berisi konten pornografi.(dni)

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / Laundry Asal Jakarta Raih Juara IBPLA 2019

Daerah / Polisi Lokalisir Warga Kampung Register 45 Mekarjaya

Daerah / Waduh! Tiga Orang Tewas Setelah Tawuran Antar Kampung

Ekonomi / Hino Safety Driving Competition Masuki Babak Grand Final

Ekonomi / Bank KEB Hana Resmi Jadi Bank RDN

Lifestyle / Diperiksa Penyidik, Berikut Pengakuan Barbie Kumalasari


Baca Juga !.